Laptop ini termasuk keren lho untuk ukuran laptop office.
Desainnya elegan, bodynya terlapisi oleh aluminium. Suara kipasnya? Nyaris tak
terdengar. Dan dengan desain yang begitu elegan, tapi ternyata tak terlalu
menyulitkan bagi teknisi untuk membongkar Probook 4220s ini. FYI, saya bukan
teknisi.
Suara yang dihasilkan oleh sistem audionya, waduh lumayan
bagus di telinga saya. Untuk treeble lebih terasa, padahal player normal pakai
Windows Media Player. Tentu saja sudah saya bandingkan dengan beberapa laptop
lain. Sound laptop Probook 4220s memang OK!
Soal harga, sepertinya saya sudah membelikan laptop sekitar
tiga tahun yang lalu. Harga waktu itu di 3,5 juta. Tapi harga sekarang, saya
lihat di internet harga Probook 4420s seken masih di kisaran 2,9 juta hingga 3
juta-an. Sekarang anda tahu kenapa Probook 4420s ini ada di tangan saya yang
bukan teknisi. Bisa ditebak bukan? Ini semacam aftersales service. Tapi untuk
saudara, kenapa gak.
Laptop ini sebenarnya sempat mau dilepas. Malah mungkin mau
dilepas murah oleh sepupu saya. Tapi setelah saya lihat kinerjanya masih OK.
Setelah ganti LCD, sudah kembali normal dan bagus. Untuk aktivitas harian yang
cuma ketak-ketik saya kira sudah lebih dari cukup. Untuk main game? Ah, anaknya
bukan gamer kelas berat. Jadi saya anggap ini sudah cukup. Jadi saya bisiki
sepupu saya supaya tak usah dijual. Terlalu sayang kalau dijual, Probook 4420s
termasuk laptop bagus. Kalau untuk laptop di kelasnya, termasuk kelas menengah
ke atas, begitu kata saya. Dan rupanya bisikan itu cukup manjur.
Maaf, sudah baca sejauh ini tapi masih belum ke inti
permasalahan. Kembali ke judul, HP Probook 4420s sepertinya memang punya
sedikit kelemahan di sistem pendinginnya. Hasil googling, rupanya banyak juga yang memiliki keluhan seperti ini. Overheat dan tiba-tiba mati. Dari awal dugaan saya, masalahnya ada
di kipas pendingin laptop Probook 4420s ini. Jadi setelah mendapat keluhan dari
pemiliknya, saya menaruh curiga pada kipasnya. Tapi butuh beberapa hari untuk
menyiapkan mental sebelum saya membongkarnya. Penyakit kronis, suka bongkar
tapi malas pasang harus benar-benar dihindari. Ini barang milik orang lain.
Jadi perlu mood bagus.
Mengatasi Masalah Kipas Pendingin (Fan) Laptop HP Probook 4420s
Kendala pada Probook 4420s milik saudara saya ini, rupanya
panas sekali dan itu yang membuat overheat dan mati sendiri. Mungkin jika
menggunakan ruang ber-AC atau cooler pad, bisa bertahan lebih dari 30 menit.
Kecurigaan makin bertambah besar karena saya tidak mendengar suara kipas sama
sekali. Padahal laptop sudah terlalu panas di telapak tangan. Saya putuskan
membersihkan kipasnya.
Yang perlu dilakukan pertama kali tentu membongkarnya. Yang
perlu dibongkar adalah panel di atas speaker Probook 4420s. Caranya dengan
melepas 4 sekrup di bawah baterai. Lepas baterai dulu untuk melihat 4 sekrup
itu. Setelah itu lepas panel dengan mendorong atau menggesernya ke belakang,
menjauhi keyboard.
Yang kedua, melepas keyboard, ada sekitar 4 sekrup di atas
keyboard. Untuk melepas keyboard ini juga sama dengan cara mendorong atau
menggeser ke belakang. Hati-hati mengangkat keyboard Probook 4420s ini, ada
kabel fleksibel yang menghubungkan keyboard dengan mainboard. Untuk melihat
pendingin, tak perlu sampai melepas kabel ini. Hanya posisikan keyboard agar
kita bisa melihat kipas pendingin 4420s ini.
Sebelum semua itu anda lakukan, pastikan anda merubah
setting bios agar kipas atau fan selalu menyala jika menggunakan AC Power (charger
terpasang).
Masalah yang saya temukan, adalah ketika charger terpasang
(AC Power) tapi kipas kadang menyala dan kadang mati. Kipas Probook 4420s hanya
menyala beberapa detik lalu mati. Saya langsung yakin bahwa masalah bukan di
kipas. Mungkin hanya kotor, yang membuat sensor suhu tidak bekerja normal.
Yang saya lakukan kemudian melepaskan kipas dan heatsink
lalu membersihkannya. Tak perlu melepas CPU. Lalu pasang kembali kipas
pendingin Probook 4420s. Dan setelah dipasang, coba nyalakan dan lihat apakah
kipas menyala terus, karena seharusnya setelah diset di bios agar kipas berputar
terus jika charger terpasang, maka seharusnya kipas tidak berputar sebentar
lalu mati. Dan Alhamdulillah, ternyata setelah saya bersihkan, kipas berputar
terus.
Lalu saya coba nyalakan laptop selama 2 jam, dan tidak ada
insiden ‘otomatis’ mati lagi. Masalah kipas pendingin Probook 4420s
terselesaikan.


No comments