Anak pertama saya sebenarnya tidak terlalu suka dengan balon. Tetapi sepertinya anak ini sudah mulai aware dengan apa yang dia miliki. Kalau dulu mainan masih bisa berbagi dengan teman-temannya, sekarang sudah mulai pelit. Balon yang dia dapatkan gratis sewaktu di rumah sakit, jadi mainan favorit selama dua hari meski sedikit abusive dalam memainkannya. Ditendang, dilempar dan dipukul. Hehehe, mungkin karena dia anak laki-laki.
Kemarin dia menemukan cara baru memainkan balonnya. Dia memainkan balon dengan memukulnya menggunakan pipa besi. Pipa ini sendiri sebenarnya adalah jemuran handuk yang berhasil dia lepas. Bisa jadi tongkat, pedang atau apapun yang dia mau. Dan kali ini balon yang jadi korbannya hehehe.
Tak butuh lama dengan cara barunya ini, untuk membuat balon meletus. Saya pun kaget, bukan karena letusan balonnya tetapi karena reaksi anak saya ini. Ternyata dia menangis sedih memeluk ibunya dan terlihat menyesal karena sudah membuat balonnya sendiri meletus. Sambil menangis, dia menyerahkan sisa balonnya ke saya dan bilang "sampah". Dia minta saya yang membuangnya, mungkin dia tidak tega membuangnya sendiri. Tapi saya menolak membuangnya.
Dia yang masih menangis, bersikeras saya membuangnya ke tempat sampah. Tapi saya menolak. Saya teringat bagaimana masa kecil saya jika balon mainan meletus bisa dibuat jadi gendang dengan bekas kaleng susu. Lalu saya ambil satu gelas plastik, gelang karet rambut milik ibunya serta tusuk sate sisa Idul Adha kemarin, dan saya bawa semuanya ke kamar. Niatnya mau beri dia kejutan. Tapi dasar bocah, dia malah penasaran dan mengikuti ke kamar. Baguslah sudah tidak menangis lagi. Tapi raut wajah sedih campur penasaran yang terlihat.
Sedikit kesulitan mengulur bekas balon, tetapi akhirnya berhasil. Anak saya tadinya belum tahu itu mau saya buat apa. Setelah jadi gendang, dia terlihat agak kagum atau mungkin saya saja yang geer. Dan seperti pelangi yang muncul setelah hujan, keceriaan anak anak saya sudah kembali. Dan ini kesempatan untuk menasehatinya, barang bekas pun bisa jadi mainan baru buat dia. Hehehe...untung ayahnya gak seperti ibunya, yang kalau ada barang tak terpakai maunya dibuang saja.
Wirausaha
Hobi
Circle Gallery
‹
›
Indonesiana
Islami
Family Time
Video
Tagged with: Keluarga
About Unknown
WePress Theme is officially developed by Templatezy Team. We published High quality Blogger Templates with Awesome Design for blogspot lovers.The very first Blogger Templates Company where you will find Responsive Design Templates.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments