Select Menu

Ads

Copyright Tajirwannabe.tk 2016. Powered by Blogger.

Wirausaha

Hobi

Circle Gallery

Indonesiana

Islami

Family Time

Video

» » Seorang Seller yang Penuh Keterbatasan dan Wirausahawan dengan Aset Milyaran

Sepertinya malam ini terjawab sudah keraguan saya beberapa hari ini. Tidak ada bisnis atau usaha yang enak dan langsung nyaman untuk dijalankan. Jika kemarin saya menuliskan tentang bagaimana wirausaha tidak bisa memberikan kebutuhan akan pengakuan. Saya baru ngeh kalau kebutuhan akan pengakuan itu sama sekali tidak penting bagi mereka yang serius berwirausaha.

Malam ini saya ingin berbagi cerita tentang dua wirausahawan yang berbeda. Yang pertama adalah seorang pedagang yang gigih dan ndablek, sampai sempat ditegur oleh teman-temannya tapi ternyata dibalik ndableknya itu dia punya banyak keterbatasan. Sedangkan kisah yang kedua adalah tentang seorang wirausahawan yang bisa menghasilkan puluhan milyar setiap bulan.

Socmed sekarang sudah cukup lama merambah ke ponsel. Salah satu penyebabnya memang bagaimana masyarakat kita keranjingan dengan chatting. Nah, salah satu socmed yang lagi populer sekarang adalah Whatsapp. Ringan, pesan cepat sampai dan bisa mengirim file multimedia. Tentu saja ini memberi kesempatan untuk menjual lewat whatsapp. Tak terkecuali bagi seorang teman baru saya di salah satu group whatsapp yang saya ikuti. Rupanya dia orang yang sangat bersemangat dalam mencari ma'isah (nafkah).

Beberapa hari kemarin, satu per satu anggota group mengundurkan diri. Dengan berbagai alasan, tetapi yang jelas karena satu teman saya itu yang membombardir group dengan berbagai produk obat herbal dan buku yang dijualnya. Satu gambar berukuran sekitar 150 kb, dan yang dia kirim ke group mungkin ada belasan gambar. Saya cuma cengar-cengir dengan gaya menjualnya yang tergolong hard selling itu. Rupanya sindiran halus hingga kata-kata yang sempat membuat saya tersinggung juga, karena agak meremehkan profesi pedagang. Memang yang teman saya lakukan ini salah, tergolong spam dan mengganggu, tetapi bukan profesinya yang salah.

Rupanya tadi teman saya ini masih belum sadar juga, dengan innocent dia berbagi informasi barang dagangannya di group. Tapi kali ini dia merasa sudah benar karena tanpa gambar. Rupanya masih ada yang merasa tidak nyaman dan menyindir kenapa iklannya tanpa gambar. Saya hampir tertawa lebar karena hal ini, karena teman saya yang disindir rupanya sama sekali tidak merasa tersindir dan menjawab 'maaf, sebaiknya kalau mau gambar lewat japri saja...biar tidak mengganggu yang lain' begitu kira-kira. Saya tepok jidat sendiri.

Rupanya teman baru ini juga japri ke saya. Mencoba follow up sapaan saya kemarin, barangkali saya bisa dikonversi jadi pembeli. Akhirnya kami berkenalan, saya ditawari buku-bukunya. Tapi saya bilang kalau saya juga agen buku. Nah, dari sinilah saya baru tahu. Rupanya teman baru saya ini memang belum tahu sama sekali tentang netiquette. Jadi tindakannya sebagai spammer semata-mata karena semangatnya yang tinggi. Memang karena sudah dua kali dia meminta maaf di group karena membuat tidak nyaman.

Pengetahuan yang minim akan teknologi. Dan yang paling mengagetkan, rupanya selama ini berjualan di FB dia hanya mengandalkan ponsel android lenovonya. Itu kenapa dia merasa malu dan ragu untuk menyambut tawaran saya membuatkan blog gratis untuk dia berjualan. Lalu saya jadi malu dengan keluhan beberapa hari ini. Saya masih kalah jauh dengannya. Meski dia sempat 'dibully' dengan ringan oleh anggota group lain, tapi dia masih berusaha untuk berjualan. Dengan caranya sendiri. Seandainya dia tahu tentang netiquette, saya yakin dia bisa jadi penjual yang tangguh. Dan motivasinya cuma satu, katanya ini cara dia mencari nafkah. Luar biasa semangatnya...

Saya yang bisa membuat web, dengan koneksi internet yang bisa diakses dari laptop maupun ponsel tapi masih mengeluh. Sedangkan orang ini, ternyata bisa menjual barang-barangnya cuma lewat FB. Whatsapp termasuk barang baru baginya. Masuk ke group baru, menawarkan dagangannya. Bahkan dengan cara mengupload satu per satu gambar buku yang dijualnya. Hehehe, jadi malu sendiri karena saya ternyata masih kurang bersungguh-sungguh dalam menjual. Bahkan mungkin masih ada rasa malu. Malu karena ingin mendapat pengakuan, dan dalam hati masih menganggap remeh profesi dagang, profesi Nabi Muhammad SAW.

Ternyata menjual itu bukan soal fasilitas. Karena ternyata dengan keterbatasannya, teman saya ini bisa menjual dagangannya. Dan besok insya Allah saya ingin membantunya membuatkan blog untuk dia berjualan.

Di luar sana, dengan segala keterbatasan mereka, banyak orang yang tidak pernah putus asa. Peluang sekecil apapun jadi harapan besar bagi mereka. Karena memang kita manusia hanya berusaha...

Kisah kedua tidak terlalu panjang. Karena ini hanya hasil obrolan saya dan salah satu pelanggan saya. Alhamdulillah, malam ini dia melunasi tagihannya. Pesanan sudah saya kirim dan seperti biasa kami ngobrol santai di BBM. Bercerita tentang stok barang dan sebagainya, sampai akhirnya saya sedikit curhat tentang masalah finansial keluarga. Akhirnya dia bercerita soal nasabah-nasabahnya (dia bekerja di salah satu bank). Banyak dari nasabahnya adalah pengusaha.

Dia bercerita bahwa ternyata latar belakang para pengusaha itu biasa saja, kadang cuma lulus SMA. Tapi ternyata asetnya sudah 143 milyar dari bisnis yang dimulai dari nol. Ada yang harus mengalami kebangkrutan untuk kemudia bangkit kembali.

Yang membedakan antara mereka dan orang awam pada umumnya pada mindset tentang mencari kerja atau mencari uang. Kebanyakan orang lebih fokus ke mencari kerja, bukan mencari uang. Sedangkan para pengusaha ini, dari usaha butik bisa punya aset ratusan milyar. Dan ada satu yang luar biasa menurut teman saya, seorang bapak pengusaha spare part motor. Dalam sebulan dia bisa mengumpulan puluhan milyar.

Bapak itu bercerita tentang bisnisnya. Butuh waktu dua tahun untuk menumbuhkan bisnisnya, dan setelahnya dia bisa melihat segala peluang dengan cepat. Saya jadi tersadar, bapak itu saja butuh waktu hingga dua tahun. Sementara saya baru 3 bulan saja sudah mengeluh.

Orang-orang seperti bapak itu memang luar biasa. Dua tahun bukan waktu yang sebentar. Karena dalam dua tahun, saya yakin dia banyak belajar. Dan bisnis tanpa persoalan saya yakin tidak ada. Akan selalu ada persoalan yang harus dicari solusinya. Dan saya harus memutar otak saya, mencari solusi dari masalah-masalah dalam bisnis saya.

Itulah dua kisah dari dua sisi yang berbeda. Tapi mungkin berujung pada kesuksesan yang sama. Karena kedua orang itu berangkat dengan ketekunan yang sama. Pantang menyerah dan terus berusaha tanpa mempedulikan apa kata orang lain (kebutuhan akan pengakuan). Satu dengan keterbatasan yang luar biasa, dan satunya dengan capaian yang luar biasa buah dari pantang menyerah selama bertahun-tahun.

Lalu di manakah kita sekarang? Sudah berapa lama kita bertahan? Seberapa sulit keterbatasan kita? Fasilitas apa yang belum kita maksimalkan. Mari kita jawab dengan aksi...

About Unknown

WePress Theme is officially developed by Templatezy Team. We published High quality Blogger Templates with Awesome Design for blogspot lovers.The very first Blogger Templates Company where you will find Responsive Design Templates.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments

Leave a Reply