Robocop mungkin tidak akan asing di mata anda. Bisa jadi
karakter ini jadi super hero anda ketika kecil. Tak terkecuali saya. Saya juga
ingat betul bagaimana waktu kecil menganggap dia begitu keren. Memang di tahun
80-an waktu itu sudah ada movie ini. Bahkan setelah sukses di movie, sampai di
buat gamenya game console seperti Sega (mungkin juga yang lain).
Ingin mengulang sukses yang sama, Robocop ini didaur ulang,
dibuatlah remake dengan berbagai perubahan yang dianggap lebih futuristik.
Desain Robocop original pun dianggap so yesterday, dan jadilah Robocop seperti
yang terlihat di atas.
Tapi memang nyaris tak ada film produksi Amerika yang bebas
dari pesan atau muatan tersembunyi yang menyakitkan bagi muslim. Terkadang
halus, sampai tak terasa. Tak terkecuali di Robocop 2014 ini. Ada upaya
pelabelan muslim dengan terorisme, seperti biasa yang dilakukan oleh kaum Islamphobia.
Meski ada beberapa hal yang agak ‘lucu’ menurut saya.
Tapi sebelum propaganda Islamphobianya, seperti biasa di
awal movie Robocop, kita akan diajak untuk memahami begitu pentingnya masalah warga Amerika.
Seakan masalah mereka adalah masalah seluruh warga dunia. Di awal dijelaskan
bagaimana kriminal jadi masalah besar di Amerika, dan Omnicorps hadir untuk
memberikan solusinya dengan membuat robot untuk keamanan. Tetapi rakyat Amerika
menolak kehadiran robot di tengah-tengah kehidupan mereka karena menganggap mereka
yang tak punya jiwa tak berhak untuk menegakkan keadilan apalagi membunuh.
Dalam salah satu scene movie Tehran, semua orang di scan
oleh robot-robot Omnicorps dengan dan dicocokkan dengan database daftar kriminal,
robot-robot Omnicorp bisa melakukan scanning hanya dengan melihat. Nah, disinilah
pelabelan itu dengan halus disampaikan. Jika anak anda yang belum paham perang
pemikiran menonton ini, akan tertanam dalam pikiran mereka bahwa Islam, dengan
berbagai atributnya adalah layak untuk dicurigai sebagai teroris.
Terlebih dengan cerdasnya
(ini sarkasme), seorang anak (tentu dengan atribut Islam juga) yang memegang pisau dianggap sebagai ancaman yang sangat berbahaya dan ditembak ditempat oleh robot-robot Omnicorp itu. Sebelumnya, ada scene juga
bagaimana seorang wanita ‘muslim’ dengan hijab yang tak sempurna menutup
kepalanya. Satu poin lagi bagaimana orang yang tidak mengerti Islam
menggambarkan muslimah. Terkesan nanggung, tapi yang penting pesan
tersampaikan. Atribut Islam terpasang, dan Islam sebagai top of mind di kepala
penontonnya, Islam memalukan, kriminal teroris dan lain-lain terserah si punya
kepala yang mencerna pesan halus itu.
Upaya pelabelan terorisme kepada Islam, bukan hal yang baru
sebenarnya. Lihatlah film-film yang dirilis Hollywood setelah tahun 2000. Iron
Man? Transformers? Semua ada, anda hanya perlu sedikit jeli melihatnya. Mungkin hanya Rambo, film yang menggambarkan
super hero Amerika yang bersahabat teroris (muslim) Afghanistan berhadapan
dengan Uni Soviet.
Jadi silahkan percaya atau tidak, top of mind tentang
branding terorisme yang disematkan dengan Islam sedang dibangun disitu. Ternyata pembusukan citra Islam, tidak cuma di media berita mainstream, tapi juga berjalan di hiburan seperti movie. Bagaimana menurut anda?

sip, lanjoetken. nanti tulisan rekan-rekan yang lain akan menambah seru
ReplyDelete