Panggilan Baru untuk Sang Kakak
Panggilan baru untuk sang kakak perlu kita siapkan. Misalnya anak pertama saya laki-laki, saya mulai panggil dengan panggilan "Mas". Dengan begitu, diharapkan nanti adiknya terbiasa memanggilnya dengan panggilan itu, dan sang kakak juga terbiasa dipanggil "Mas". Hal yang sepele, tapi anak kecil memang belum memahami bagaimana hubungan keluarga, yang mereka pahami hanya kedekatan dan nama. Saya ingat bagaimana teman kecil saya, memanggil ibu kandungnya dengan panggilan "Bibi" karena terbiasa, tanpa tahu arti sebenarnya dari panggilan itu.Mengenalkan Adiknya
Kehadiran si adik, rupanya juga membuat kakaknya senang. Bahkan dari awal, saya memperkenalkan si kecil sebagai adiknya (miliknya). Dan rupanya hal ini bisa diterima dengan baik. Banyak hal terkait dengan si adik, sang kakak ingin selalu dilibatkan. Dalam hal kecil seperti mempersiapkan popok, atau sekedar mencium keningnya ketika si adik bangun. Si kecil betul-betul sayang dengan adiknya. Dia merasa adiknya adalah miliknya. Bahkan jika si adik bangun, dia yang memanggilkan ibunya agar menyusui adiknya tersayang.Membagi Perhatian
Meski terlihat senang dengan kehadiran si adik, rupanya si kecil ini juga tergoda untuk mendapatkan perlakuan yang sama dengan adiknya. Hal sepele tapi berat, seperti menggendong ala bayi juga tak terkecuali dalam hal ini. Padahal ibunya sudah tak kuat lagi menggendongnya. Dalam hal ini, terkadang ayahnya harus turun tangan. Menyuapi makan dan memandikan juga tak jarang harus dilakukan oleh ayahnya, karena ibunya sedang repot mengurus si adik. Perhatian dari ayahnya, memang mungkin tak sebanding dengan ibu. Tapi berbagi tugas antara suami dan istri sedikit bisa meringankan dan jadi kompensasi perhatian ibu yang berkurang bagi si kecil. Rasa cemburu dengan perlakuan dan prioritas yang didapatkan si adik pun bisa dikurangi.Jadi, apakah anda sudah mulai mempersiapkan kehadiran adik bagi si kecil?

No comments