Kurangnya respon media barat akan insiden penembakan itu, berbanding terbalik dengan apa yang mereka lakukan ketika terjadi insiden penembakan Charlie Hebdo. Jangan lihat jumlah korbannya, 12 nyawa dan 3 nyawa tentu berbeda jauh. Tapi lihatlah apa yang sudah dilakukan Charlie Hebdo dengan dalih kebebasan berpendapat mereka, mereka memprovokasi muslim dengan menghina Nabi Muhammad ﷺ lewat kartunnya. Lalu kesalahan apa yang sudah dilakukan oleh 3 orang muslim tersebut? Tidak ada.
Ternyata mereka dieksekusi mati karena mereka muslim. Dan sekali lagi, standar ganda hipokrit kita lihat di depan mata kita. Dunia begitu 'tenang' dengan insiden ini. Tak seperti Charlie Hebdo, bahkan yang mengaku muslim pun ikut-ikutan latah mengutuk peristiwa tersebut. Dan seperti biasa, kita menganggap ini insiden biasa, sepertinya kepekaan kita dengan saudara muslim semakin luntur. Mungkin barat sudah berhasil mencuci otak kita dengan cara berpikir mereka. Dan kita menjadi hipokrit tanpa sadar karena media barat. Jika muslim yang jadi korban, maka dunia tak perlu tahu dan harus menganggap wajar itu terjadi.
Dan insiden ini, memang tak lepas dari kampanye Islamophobia. Menanggapi eksekusi tiga mahasiswa Muslim di Chapel Hill pada Selasa (10/02), Imam Besar Islamic Center New York Shamsi Ali menilai bahwa hal itu tak bisa dilepaskan dari kampanye Islamophobia di Amerika Serikat. Dana besar dicurahkan untuk mendanai kampanye yang menimbulkan kebencian terhadap Islam itu.

No comments