Select Menu

Ads

Copyright Tajirwannabe.tk 2016. Powered by Blogger.

Wirausaha

Hobi

Circle Gallery

Indonesiana

Islami

Family Time

Video

» » Tips Online Shop: Testimoni yang Bagus

Cari Tahu Tingkat Kepuasan Customer
Sebelumnya di sini sudah dibahas tentang testimoni untuk menghilangkan keraguan pembeli, agar mempercepat closing atau deal. Lalu seperti apakah testimoni yang bagus?


Testimoni yang bagus adalah testimoni yang didapat dari customer tanpa dipaksa. Sifatnya alami, dia tidak merasa terpaksa dan testimoninya wajar. Meskipun tidak dipaksa, jika testimoninya tidak wajar, malah membuat orang ragu kalau itu benar-benar customer yang bicara.

Memancing Customer yang Puas untuk Memberikan Testimoni

Bagaimana caranya agar customer anda memberikan testimoni? Caranya adalah dengan berinteraksi dengan mereka secara wajar, berbasa-basi sedikit saja, berikan perhatian pada mereka, tanyakan bagaimana paketnya apakah sudah sampai, tanyakan apakah mereka suka dengan produknya, kalau ada yang kurang berkenan sampaikan kalau anda terbuka dengan kritik, dan seterusnya. Jangan hanya mau mendapatkan pujian, karena itu bisa jadi customer malas saja untuk berinteraksi dengan anda. Siap terima kritik, karena kritik adalah hal yang sangat berharga dari customer anda.

Jaga Privasi Customer yang Memberikan Testimoni

Tergantung produk yang kita jual, privasi customer terkadang sangat sensitif. Misalnya, obat penumbuh rambut atau pencegah kebotakan, kita harus hati-hati memasang testimoni dari customer. Barangkali menderita kerontokan saja adalah sebuah kiamat kecil buat mereka, apalagi kalau ceritanya tersebar. Jadi perhatikan produknya, sebelum anda meminta ijin pada mereka untuk capture chat yang sudah dilakukan misalnya.

Anggap Kritik Sebagai Bonus dari Customer

Jadi jika sudah mendapatkan cukup masukan, baik pernyataan kepuasan atau malah justru kritik artinya anda sudah melakukan satu service lagi, yaitu after sales service. Dan ini cukup menyenangkan bagi pembeli yang suka berlangganan. Karena kita memposisikan diri sebagai teman, bukan penjual. Kalau kita memposisikan diri sebagai teman, maka mereka tidak akan menganggap kita sebagai penjual, kita dianggap sebagai teman yang mencarikan solusi. Dan jika sudah seperti ini, semua apa kata kita akan mereka dengarkan. Bukankah marketing terbaik adalah marketing yang tidak seperti menjual? Kalau kita bisa melakukannya, bukan hanya testimoni yang didapat, kita akan mendapatkan returned buyer bukan hanya returned visitor.

Jadi sudah anda coba kontak lagi customer yang kemarin membeli dari anda?

About Unknown

WePress Theme is officially developed by Templatezy Team. We published High quality Blogger Templates with Awesome Design for blogspot lovers.The very first Blogger Templates Company where you will find Responsive Design Templates.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments

Leave a Reply