Select Menu

Ads

Copyright Tajirwannabe.tk 2016. Powered by Blogger.

Wirausaha

Hobi

Circle Gallery

Indonesiana

Islami

Family Time

Video

» » Rakuten Indonesia Tutup Mulai 1 Maret 2016

Bisnis online memang kejam. Siapa yang gak bisa bertahan akan hancur. Dan sayangnya, sekarang banyak juga bisnis offline yang juga banyak tutup dan gulung tikar karena perkembangan bisnis online.

Salah satu kabar buruk dari bisnis online yang tutup adalah dari Rakuten Indonesia. Rakuten akan berhenti beroperasional mulai 1 Maret 2016. Alasan pastinya tidak terlalu jelas, tetapi katanya karena target revenue 2020 yang harus dicapai dan Rakuten Indonesia sepertinya tidak terlalu menguntungkan.


Rakuten Jepang Tetap Pemimpin Pasar

Meski Rakuten Indonesia tutup, tapi gak ngaruh untuk Rakuten Jepang. Sepertinya Rakuten kurang memahami pasar Indonesia seperti apa. Mungkin salah satunya karena apa yang dijual Rakuten Indonesia adalah barang-barang dari toko Indonesia juga. Tidak ada “pembeda abadi” dengan bisnis e-commerce lainnya,  meminjam istilah yang biasa dipakai Ippho.

Selain Rakuten Indonesia, rupanya dua Negara lain seperti Singapura dan Malaysia mengalami hal yang sama. Jadi ada Rakuten di tiga negara yang berhenti beroperasi. Mungkin tidak terlalu menguntungkan, daripada target revenue tidak tercapai, alias besar pasak daripada tiang.

Katanya Rakuten akan lebih fokus ke pasar e-commerce Jepang, memang karena di sana pemimpin pasarnya. Selain Jepang juga di Taiwan, Asia Timur, dan Amerika Serikat Rakuten masih tetap beroperasi.

Persaingan di bisnis online memang sangat dinamis. Trend social media yang sangat cepat berubah, mengikuti perkembangan teknologi. Dan dimana ada banyak orang berkumpul, maka itu adalah pasar yang sudah pasti akan digarap oleh para pemain bisnis online.

Ada Gula Ada Semut

Dari yang bertarung all out dengan menggunakan FB Ads, Google Adwords, hingga yang bergerilya dengan melakukan spam di komentar dan broadcast. Semua bertarung berebut perhatian calon pelanggan, menggiring mereka ke landing page untuk kemudian dikonversi menjadi customer. Dan memang, marketing is about number. Makin banyak orang berkumpul, maka itu ibarat makin banyak gula, yang mengundang semut-semut untuk berkumpul pula.

Rakuten adalah B2B2C artinya Bisnis to Bisnis to Customer. Dan itu artinya, produsen/penjual tidak bisa berinteraksi langsung dengan customer. Bisnis online seperti ini yang sejenis adalah Bukalapak dan Tokopedia. Menurut Jaya Setiabudi, karakter bisnis marketplace B2B2C biasanya seperti ini:

  • Produsen tetap andil dalam mem-posting produknya ke marketplace seperti tersebut diatas. 
  • Kemudian, pihak marketplace memajang dan (biasanya) mempromosikan produk produsen kepada pelanggan. 
  • Jika terjadi transaksi, maka pihak pembeli melakukan pembayaran kepada pihak marketplace. 
  • Selanjutnya pihak marketplace melakukan kontak kepada produsen untuk memproses orderan.
  • Setelah barang diterima oleh pembeli, maka uang akan ditransfer ke pihak produsen.
  • Transaksi tak dapat dilakukan langsung (B2C), karena kontak penjual/produsen tak ditampilkan oleh pengelola marketplace.
Sepertinya Rakuten kurang terkenal bagi penjual maupun pembeli. Beda dengan Tokopedia dan Bukalapak yang sepertinya cukup massive dalam memasang TVC (TV Commercial) dan juga banyak stiker Tokopedia & Bukalapak.

Marketplace yang sepi, tentu lama-lama akan ditinggalkan.

Mencari Pelanggan Tetap, Itu Lebih Baik

Saya jadi ingat bahwa konversi seorang pengunjung jadi customer mungkin masih lebih mudah daripada menjadikan mereka pelanggan tetap. Ada buku bagus yaitu Unselling, yang disitu membuat kita melihat marketing dari sudut pandang yang sangat berbeda. Tetapi menarik, karena dengan teknik unselling, kita jadi tahu arti “pembeli adalah raja”, dan mereka lah yang menentukan berapa lama bisnis kita akan terus bertahan.

Tokopedia dan Bukalapak mungkin masih bertahan sekarang. Tetapi belum tentu dalam beberapa tahun ke depan. Sedangkan penjual dan pembeli, akan selalu mencari pasar yang paling ramai. Dan sebagai penjual, akan sangat penting memiliki sebuah website profesional untuk menjadi tempat kembalinya para pembeli yang melakukan repeat order.

Jika menggabungkan teknik marketing yang bisa menjaring dan konversi calon customer, digabungkan dengan teknik unselling yang memberikan servis terbaik, maka efeknya akan luar biasa dahsyat. Kuncinya dengan memberikan value yang minimal sama dengan ekspektasi.

Jadi, apa kamu sudah siap dengan bisnis online yang kejam ini?

About Unknown

WePress Theme is officially developed by Templatezy Team. We published High quality Blogger Templates with Awesome Design for blogspot lovers.The very first Blogger Templates Company where you will find Responsive Design Templates.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments

Leave a Reply