Select Menu

Ads

Copyright Tajirwannabe.tk 2016. Powered by Blogger.

Wirausaha

Hobi

Circle Gallery

Indonesiana

Islami

Family Time

Video

» » Kenapa TV Disingkirkan Dari Rumah Kami

Sudah sekitar setengah tahun saya menyingkirkan televisi dari rumah. Ini bukan keputusan mudah, terus terang. Karena memang meski saya bukan penikmat sinetron, tetapi saya masih merasa membutuhkan update berita dari televisi. Salah satu keputusan saya menyingkirkan televisi adalah anak saya yang mulai terlihat kecanduan dengan televisi. Kalau yang dia tonton cuma tontonan anak-anak biasa, mungkin masih saya tolerir.

Rupanya iklan yang tidak pantas untuk ditonton oleh anak saya yang masih balita pun sering disisipkan di tengah-tengah tontonan dia. Apalagi dulu sempat ada iklan dari mie instan yang menuai banyak protes karena penari latar yang digunakan memakai baju yang tidak pantas jika kita masih ingat identitas kita sebagai orang timur.

Selain iklan, anak saya yang mulai belajar mengendalikan remote TV. Dia bisa memindahkan channel sesuka dia, tanpa bisa memfilter mana yang pas untuk umurnya dan mana yang memang tontonan anak-anak. Memang anak masih belum memiliki kemampuan untuk memfilter mana yang baik dan buruk, terlebih anak saya masih balita.

Anak-anak masih belum bisa menentukan mana yang baik untuk dirinya sendiri

Mungkin sebagian pembaca menganggap kalau keputusan yang saya ambil terlalu lebay. Tapi saya sadar betul dengan pentingnya bagaimana proses anak saya tumbuh. Saya tak ingin hanya karena kurang waktu untuk anak, lalu tugas bermain dengan anak digantikan oleh televisi. Saya tegaskan betul tentang hal ini kepada istri saya.

Bagaimana mungkin generasi kita nanti bisa tumbuh jadi generasi yang cerdas, jika yang dia lihat setiap hari TV. Dengan tontonan yang kualitasnya malah semakin menurun. Tayangan kartun yang sangat tidak pas untuk anak-anak, meski bagi sebagian orang dewasa itu adalah kartun yang lucu. Anak jadi jauh dari nilai-nilai agama, jangankan nilai agama bahkan kadang dari nilai ketimuran pun jauh.

Pernah mendengar bagaimana anak SD membicarakan tentang pacar, cinta dan semacamnya? Saya sendiri pernah mendengarnya. Anak SD yang seharusnya masih asyik bermain dan belajar, sudah membicarakan tentang cinta-cintaan. Mungkin ada yang masih menganggap wajar karena ini anak SD. Tetapi, baru-baru ini terjadi di kampung saya ada seorang anak SD kelas 4 yang hamil. Masih wajar? Inilah buah dari tayangan sinetron yang sangat tidak pantas untuk anak-anak. Anak disuguhi drama percintaan, padahal seharusnya mereka masih asyik dengan dunia bermain dan belajar. Waktu bermain mereka sudah terkurangi untuk menonton tayangan yang tidak berguna bagi kehidupannya kelak.

Sebuah video sindiran untuk tayangan TV dibuat oleh FrekuensiMilikPublik.org


Selain sinetron, rupanya TV juga berbahaya karena seringkali menyajikan nyanyian atau musik yang juga bukan konsumsi anak-anak. Di sekitar rumah saya, sudah ada anak TK yang pintar menyanyi. Tetapi sayang yang dia nyanyikan lagu "Sakitnya tuh disini...". Saya bingung, harus senyum dengan nyanyian dia dengan suaranya yang lucu, atau harus sedih karena kecilnya saja sudah 'pintar' begini.


Tentu masih banyak hal yang bisa jadi alasan untuk menyingkirkan TV dari rumah. Tapi mungkin alasan tidak membuat pembaca tergerak. Bisa jadi menyalahkan kurangnya pendampingan anak ketika menonton televisi. Tapi tahukah kalau pembaca sekalian menonton TV, waktu terasa begitu cepat bergulir. Tak terasa tayangan satu jam sudah kita nikmati. Dan hari terasa begitu cepat berlalu. Bandingkan dengan aktivitas lain, satu jam akan begitu terasa lama. Gunakan untuk aktivitas bermanfaat seperti membaca, atau bermain dengan anak-anak. Insya Allah itu akan lebih menyenangkan. Disamping itu, aktivitas bermain bersama orang tua, akan sangat tertanam dalam benak anak-anak kita.

Jadi masihkah mengandalkan TV untuk mengarahkan generasi penerus kita? Atau kita ambil alih tanggung jawab itu dan memastikan waktu anak-anak mereka diisi dengan hal yang bermanfaat? Belajar hal yang baru setiap hari, menghabiskan waktu bersama orang tuanya dengan hal yang menyenangkan. Mau jadi apa anak-anak kita, keputusan ada di tangan mereka sendiri, tetapi sudah jadi kewajiban kita untuk mengarahkan mereka ke hal-hal yang baik. Jika menyingkirkan TV belum bisa, maka gunakanlah remote kontrol sebagai mana mestinya. Jangan serahkan pada anak-anak yang belum mampu memfilter apapun. Itu tanggung jawab kita...



About Unknown

WePress Theme is officially developed by Templatezy Team. We published High quality Blogger Templates with Awesome Design for blogspot lovers.The very first Blogger Templates Company where you will find Responsive Design Templates.
«
Next
Newer Post
»
Previous
This is the last post.

No comments

Leave a Reply