Hal pertama yang saya curigai tentu tikus. Karena memang sering terlihat tikus yang keluar masuk di saluran got. Hal kedua yang jadi tersangka adalah sampah. Tapi untuk yang satu ini saya kurang yakin karena air cucian dapur selalu lewat filter. Tapi memang ada pembuangan air dari talang di belakang yang tanpa filter.
Bingung tentu saja, karena di sekitar tempat tinggal, meski bisa saja membeli bambu tapi bawanya susah. Minta diantar cuma untuk bambu kecil sebatang? pasti jadi mahal. Belum kalau bambunya kurang panjang karena panjang saluran air ada sekitar 10 meter. Akhirnya saya googling dan menemukan beberapa solusi alternatif.
Dua Metode Mengatasi Sumbatan Saluran Air
Pertama menggunakan metode kimiawi, baking soda dan cuka. Tapi melibatkan air panas, dan saya punya pengalaman buruk dengan membuang air panas di saluran air. Sempat ada gangguan jin gara-gara sembarangan membuang air panas sisa merebus mie. Saya sendiri kurang paham bagaimana reaksi baking soda dan cuka bisa merontokkan kotoran yang menyumbat. Tapi ada versi lain yang mungkin lebih valid, sepupu saya menggunakan soda api, bisa dibeli di toko besi katanya dan dia sendiri sudah membuktikan. Kalau baking soda dan cuka, sepertinya bisa dibeli di toko bahan kue.Metode kedua, batang rotan. Batang rotan yang lentur, memang cocok untuk dijadikan alternatif. Untung saluran airnya lurus. Katanya juga cukup murah, meski saya kurang tahu berapa. Tapi yang jelas bisa digulung. Nah, masalahnya di mana saya bisa mendapatkan batang rotan ini. Mungkin harus cari info ke penjual kerajinan rotan dulu.
Karena alternatif pertama saya masih agak ragu, dengan pertimbangan kecurigaan ada tikus yang mati dan menyumbat atau mungkin dia membuat sarang di saluran air. Saya lebih memilih metode kedua, cuma batang rotan harus diganti sesuatu yang bisa saya bawa pakai motor dan bisa disambung. Lalu saya terpikir di dekat rumah ada toko listrik yang menjual pipa PVC untuk kabel listrik.
Selepas jum'atan saya ke toko listrik dan menanyakan harga pipa PVC untuk air yang berukuran 1/2 dim, ternyata 18 ribu sebatang yang panjangnya 4 meter. Lumayan mahal pikirku, tapi untuk merek wavin ok lah. Tapi tujuan saya ke situ memang mau beli yang lebih kecil, yang biasa dipakai untuk instalasi kabel listrik. Namanya ternytata pipa conduit, lebih tipis ketimbang pipa air. Saya tanyakan ada sambungannya atau tidak, dan ternyata ada. Harga pipa itu lebih murah hanya 7500 per batang dan sambungannya cuma 500. Saya beli 2, karena memang yakin sumbatan ada di sekitar tengah-tengah saluran jadi 8 meter sudah cukup. Dan dua batang pipa masih bisa saya bawa sendirian dengan motor.
Pembersihan
Sampai di rumah, langsung 'dibantu' si kecil yang serba ingin terlibat. Satu pipa masuk, tapi saya tak merasakan apapun. Lalu setelah disambung, saya dorong dan nyaris 7 meter, sepertinya pipa mengenai sesuatu yang keras. Lalu saya coba sodok berulang-ulang, sampai air keluar lewat pipa kecil yang saya gunakan. Saya ulangi terus hingga akhirnya keluarlah air yang tersumbat. Warna keruh dan ada gumpalan-gumpalan seperti tahu. Rupanya itu gumpalan minyak yang menyumbat.Cukup berapa lama saya sodok berulang-ulang. Disamping itu, dari dalam juga diguyur air bersih. Air yang tadinya keruh lama-lama bening, sepertinya saluran air sudah kembali lancar dan kotoran sudah keluar. Alhamdulillah...rasanya lega sekali.

No comments