Sudah berusaha melakukan banyak usaha untuk menghasilkan uang, tapi masih dianggap sebagai pekerjaan yang tidak jelas. Jika pembaca mengalami hal seperti yang saya alami, selamat anda merasakan salah satu nikmat sebagai enterpreneur. Soal ini termasuk manis atau pahitnya usaha, terserah bagaimana menyikapi. Pendapat saya dalam hal ini, memang lumrah terjadi dan bisa jadi pandangan umum yang bisa jadi salah satu alasan masyarakat awam di sini enggan untuk menjadi wirausahawan.
Enterpreneur yang terlihat sekarang memang seakan memiliki stereotip anak muda yang berjas, atau mungkin yang mengisi seminar di sana-sini. Sementara yang cuma berkaos dan bercelana kolor dan jarang keluar rumah (ini saya), mungkin tak pernah terlihat sebagai enterpreneur. Bahkan kalau saya boleh sedikit melakukan generalisir, sepertinya sekarang penampilan lebih utama dibanding apa yang dibalik itu. Branding...memang sangat penting di jaman ini. Seperti bagaimana seseorang yang biasa ingkar janji, bisa dipoles sedemikian rupa hingga banyak rakyat jelata jatuh hati padanya. Seolah orang itu adalah harapan baru...padahal belum tentu.
Saya pernah punya kenalan yang kesehariannya sederhana, tetapi ternyata punya rumah di kawasan mewah. Tak terlihat adanya tanda-tanda orang kaya. Memang dia punya uang, rumah, mobil tapi satu yang tidak dia punya, branding atau citra. Tapi memang orang ini tidak membutuhkan citra apapun. Lain lagi dengan yang saya lihat di FB sekarang, anak muda dengan jas dan bergaya seolah dia eksekutif muda. Padahal belum tentu gayanya mewakili jumlah harta di belakangnya. Tetapi sekali lagi inilah branding atau pencitraan. Karena dengan bergaya seperti ini, mereka bisa berjualan apapun dengan lebih meyakinkan. Pernah lihat orang jualan obat herbal dengan gaya seperti ini? Ada lho, dan tim marketing mereka di BBM termasuk jago. Meski saya juga masih sangsi dengan penjualan dengan banyak gimmick seperti itu.
Hari ini saya kena 'batunya'. Saya sebenarnya tidak dalam keadaan yang sulit dalam hal keuangan. Alhamdulillah, rejeki dari berdagang ada saja. Meski omzet saya terakhir sedang menurun dan sebagian besar stok belum bisa saya 'buang' ke pasar, tapi saya belum perlu ngutang untuk makan, bayar listrik, beli pulsa, bayar internet dan beli susu UHT 1 liter setiap hari untuk anak saya. Mohon maaf jika terkesan arogan, tetapi perlu saya tekankan bahwa saya saat ini tidak sedang kesulitan uang. Tetapi ketika tadi saya menelpon ibu saya, dua kali ibu saya meminta saya untuk bekerja kembali. Kenapa? Ternyata karena pandangan orang-orang tentang pekerjaan saya sekarang ini adalah saya 'menganggur'.
Memang mendengarkan apa kata orang tidak akan ada habisnya. Selalu ada saja yang negatif. Tetapi kembali ke persoalan berdagang atau bekerja, sepertinya saat ini wirausaha yang saya geluti belum memberikan satu kebutuhan saya yaitu kebutuhan akan pengakuan, padahal di dunia jual beli online yang saya geluti sekarang saya bisa mendapatkan kebutuhan akan aktualisasi diri. Memang sistem yang saya terapkan belum serumit bagaimana perusahaan besar, jadi hasilnya 'cuma receh' ya wajar. Tapi saya tidak berniat untuk stagnan dalam mengelola usaha ini.
Saya hanya berusaha meyakinkan ibu saya, bahwa saya tahu dengan apa yang sedang saya lakukan. Soal omongan orang tentang saya, atau pertanyaan mereka tentang pekerjaan saya sekarang, ya mending jawab apa adanya. Hal seperti ini memang tidak bisa dijawab dengan kata-kata, tetapi harus dijawab dengan aksi nyata. Mungkin dengan itu mereka tidak perlu lagi khawatir dengan kondisi saya dan ibu saya tak perlu malu menjawab pekerjaan saya yang sekarang. Tapi diakui atau tidak, saat ini bagi masyarakat kita, wirausaha masih identik dengan pengangguran. Sependapat atau tidak?
Wirausaha
Hobi
Circle Gallery
‹
›
Indonesiana
Islami
Family Time
Video
Tagged with: Wirausaha
About Unknown
WePress Theme is officially developed by Templatezy Team. We published High quality Blogger Templates with Awesome Design for blogspot lovers.The very first Blogger Templates Company where you will find Responsive Design Templates.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments