Bagaimana Menjual Laptop dan HP di Tokopedia dan Bukalapak
dengan Kurir JNE
Menjual HP dan laptop sangat mudah di Bukalapak atau
Tokopedia. Yang perlu diperhatikan adalah berat barangnya. Karena mengirim
dengan kurir JNE perkiraan berat kita bisa saja salah karena mereka juga
menerapkan perhitungan volume.
Gunakan Foto yang Bagus
Ambil foto yang menarik dengan angle atau sudut pandang yang
professional. Contek saja bagaimana foto-foto website resmi laptop/HP di
internet. Akan lebih bagus kalau kamu pakai kamera DSLR atau sekelasnya karena
akan memberikan hasil yang sangat jelas akan kondisi barang. Tapi pakai kamera
HP juga gapapa, asal benar-benar sejelas mungkin. Perhatikan pencahayaan
ruangan agar hasil foto jelas.
Jujur dengan Kondisi
Menjual barang cepat itu bagus. Tapi kalau kondisi yang
disampaikan tidak jujur, resikonya mengurangi keberkahan. Atau paling tidak
kalau kamu memikirkan reputasi, barang cepat laku tidak ada artinya kalau kamu
tidak bisa menjual barang lagi. Apalagi di Tokopedia dan Bukalapak menerapkan
feedback dari pembeli yang bisa memberikan feedback negative.
Ambil foto untuk bagian-bagian yang jadi ‘minus’ kondisi
barang. Artinya calon pembeli tidak perlu berasumsi barang yang dia akan beli
mulus dan sempurna. Jangan khawatir akan membuat calon pembeli lari. Kecuali barang
yang kamu jual adalah barang baru, akan sangat wajar kalau kamu menjual barang
bekas dalam kondisi yang tidak 100% mulus.
Jujur dari sekarang, daripada nanti ekspektasi pembeli tidak
sesuai dengan kondisi barang, dan malah komplain atau bahkan minta melakukan
retur (Bukalapak memungkinkan terjadi retur).
Gunakan Packing Kayu
Perhatikan berat HP atau laptop kamu. Kalau beratnya 1 kg, tulis 2 kg di Tokopedia atau Bukalapak, perhatikan juga fitur asuransi. Packing kayu akan membuat volume atau berat barang yang kita
kirim jadi kira-kira 2 kalinya. Karena packing kayu memang membuat paket jadi
lebih besar. Tapi jadi lebih aman dan nyaris tanpa resiko dilempar-lempar kaya
di video yang sempat viral beberapa waktu lalu.
Tanpa Packing Kayu
Tanpa packing kayu mungkin akan menghemat ongkos kirim. Tetapi
ada resiko yang harus kamu tanggung. Karena tanpa packing kayu, sebaiknya kamu
tidak terlalu jujur dengan isi paket kamu. Karena ada kasus isi paket yang
berupa HP hilang. Dan meskipun bisa dilacak, kamu akan kehilangan banyak waktu
dan tenaga. Dan ini sangat tidak recommended untuk mengirim laptop ya.
Bisa-bisa laptop kamu sampai di tangan penerima dalam kondisi rusak. Kalau untuk
HP juga sebenarnya bisa tanpa packing kayu dan tetap jujur, tapi JNE tidak mau
menanggung resiko untuk cara seperti ini.
“Kirim HP tanpa packing kayu, resiko tanggung sendiri” begitu kira-kira kata salah satu agen JNE dekat rumah.
Gak Perlu Bungkus di Rumah, Langsung Bawa Saja ke JNE
Kamu gak perlu repot-repot dulu bungkus HP di rumah. Karena
serapi apa pun packing kamu, begitu sampai di JNE, paket kamu akan dibuka untuk
melihat isinya apa saja. Yah, gini deh kalo pake packing kayu dan asuransi.
Mereka akan mencatat sedetail mungkin isi paket kamu. Kadang sampai IMEI juga
dicatat. Misalnya isi paket: HP, charger, headset.
Ini tentu memudahkan kita, karena kita tak perlu melakukan
apa pun. Nanti dari agen JNE akan menyiapkan bubble wrap untuk membungkus paket
kita. Oiya, packing kayu akan dibuatkan di JNE pusat. Agen-agen kecil
sepertinya sekarang sudah tidak melakukan itu. Mungkin pertimbangan volume
mobil yang mengambil paket-paket dari agen JNE. Agar lebih efisien.
Nah begitu kira-kira kalau mau jualan laptop dan HP di
Tokopedia dan Bukalapak. Ah iya, jualan HP lebih gampang daripada laptop.
Mungkin emang orang gak lagi anggap HP barang mewah. Saya pernah jualan Iphone
di Bukalapak dan laku dalam waktu sejam sejak iklan dipasang. Jangan lupa langsung input resi kalau barang sudah kamu kirim ya.

No comments