"Sudah cek Tokopedia belum?" rupanya lebih dari sekedar tag line.
Mungkin sebelum panjang lebar ngobrol tentang bagaimana mencari supplier di Tokopedia, kamu harus tahu berangkat dari mana dulu. Ada dua kemungkinan posisi kamu sekarang, tentukan di mana kamu sekarang, setelah itu kamu tahu harus bagaimana.
Pertama, Sudah Punya Target Pasar Tapi Belum Tahu Apa yang Mau Dijual
Kalau kamu di posisi ini, artinya kamu sudah tahu mau menjual ke siapa. Kalau seperti ini, yang harus kamu lakukan tinggal cari barang yang lagi "in" yang kira-kira pas untuk target pasar yang sudah kamu tentuin itu.Contoh sederhana tapi ini hanya ilustrasi, kamu punya komunitas mamah muda, yang mana mereka berusia 20 - 30 tahun, baru punya satu anak dan rata-rata masih doyan belanja. Nah, yang bisa kamu tawarkan ke mereka bisa jadi popok sekali pakai yang murah, atau diaper kain (cloth diaper). Tinggal pakai cara persuasif yang memancing emosi mereka. Salah satunya yang memancing emosi ya dengan harga murah. Nah, disinilah Tokopedia bisa membantu kita.
Carilah pospak (popok sekali pakai) yang murah di pencarian Tokopedia, sortir berdasarkan harga dan centang pada bagian grosir. Ketemu deh seller-seller yang menjual pospak dengan harga murah dan mereka pedagang besar.
Kedua, Sudah Tahu Produk yang Mau Dijual Tapi Belum Punya Target Pasar
Kalau kamu sudah menentukan produk yang mau dijual, itu hal yang bagus. Nah, selama kamu punya product knowledge yang bagus pasti kamu bisa menentukan siapa yang tertarik dengan produk kamu. Yang perlu kamu lakukan adalah melakukan riset pasar. Mencari target pasar yang paling pas untuk produk kamu. Untuk hal ini mungkin kamu harus benar-benar jeli. Tapi jangan terlalu banyak mikir ya, karena dagang itu harus "gerak".Kalau produk sudah ditentukan, ini mudah sekali. Cari di Tokopedia, nanti kamu akan menemukan banyak seller lain yang mungkin menjual dengan harga murah dibanding kamu. Disinilah kamu berpotensi untuk menemukan supplier. Cari yang menjual harga paling murah, lakukan sortir harga dari yang termurah sampai termahal, cari yang menjual grosir.
Jangan khawatir dengan harga yang murah dari mereka. Karena biasanya yang memberikan harga murah menentukan sistem grosir dengan pembelian minimal kuantitas tertentu. Dan pedagang beretika, mereka tahu bagaimana menjaga harga produk mereka pasti melakukan itu. Agar perputaran barang tetap stabil dan tidak terjadi perang harga yang "berdarah-darah". Hindari seller yang menjual murah hanya untuk membuang stok mereka karena tidak sabar. Mereka bukan supplier yang sebenarnya. Mungkin kamu gak rugi kalau beli dari dia, tapi kalau nemu supplier yang sebenarnya, transaksi pertama itu mungkin akan jadi kesempatan untuk menjalin hubungan bisnis yang panjang.
OK, Supplier Sudah Ketemu. Selanjutnya Bagaimana?
Selamat, kamu sudah menemukan supplier untuk bisnis online kamu. Selanjutnya yang harus kamu lakukan adalah memastikan kalau dia memang reliable (bisa diandalkan) bukan hanya untuk sekali transaksi. Karena kamu juga pasti ga mau kalau nanti bisnis online kamu tersendat karena pasokan dari supplier yang tersendat juga. Ini beberapa hal yang harus kamu perhatikan dalam memilih supplier:- Reputasi mereka
- Kecepatan respon mereka
- Kualitas barang mereka
Untunglah, semuanya bisa kamu lihat di Tokopedia juga. Feedback dari pembeli bisa jadi pertimbangan untuk melihat bagaimana kualitas calon supplier kamu. Kalau semua poin sudah OK, selanjutnya kamu tinggal beli barang dari mereka dengan harga grosir. Dan membuka bisnis online kamu. Mungkin kamu bisa membuka olshop (online shop), atau membuat landing page dan memasang iklan di FB Ads. Saatnya mempraktekkan ilmu marketing yang kamu punya!

No comments