![]() |
| Primacy Effect untuk menjual barang yang susah laku |
Efek primacy dan recency, adalah ketika seseorang diberikan sederet informasi secara berurutan, lalu diminta menyebutkan ulang informasi tersebut, maka yang paling mereka ingat adalah informasi pertama (primacy) dan terakhir (recency), sedangkan informasi di tengah biasanya susah untuk diingat. Nah, mana yang akan anda anggap terbaik, biasanya yang pertama.
Lalu apa kaitannya dengan penjualan? Ternyata efek primacy ini bisa kita pakai untuk ‘ngakali’ barang yang susah laku atau lama lakunya. Bagaimana caranya? Caranya adalah menaruh barang tersebut di posisi yang pertama kali dilihat. Misal kalau kamu masuk ke mini market, maka barang yang pertama kali dilihat adalah yang bagian atas. Mana yang paling berkesan? Benar, yang paling atas, atau yang paling bawah. Tapi pilihan akan jatuh pada yang pertama dilihat jika kategori barang dan harganya serupa semua.
Kalo di toko offline seperti mini market tadi sih enak milihnya. Tapi bagaimana kalau di toko online? Sebenarnya sama saja, kita harus lebih memperhatikan urutan katalog barang yang kita jual. Taruh di urutan pertama. Tempatkan di home page, misalnya di bagian ‘featured’ atau yang posisinya paling dekat dengan header. Coba perhatikan lagi template toko online anda, carilah posisi yang paling eye catching.
Tempatkan di deretan kategori terbaru atau jika sering update, buatlah produk tersebut bertengger di urutan pertama.
Ingat, di benak kebanyakan orang yang pertama mereka lihat adalah yang terbaik. Terlebih jika memang banyak opsi dengan spesifikasi dan harga barang yang sama atau hampir sama. Jadi, sudah menentukan barang mana yang akan anda taruh di urutan pertama?

No comments